Luna Maya Geram “Sorry Aku Enggak Jualan” Pernah Ditawar Rp 200 Juta

Artis Luna Maya terlihat marah ketika dia mengingat pengalamannya beberapa waktu yang lalu. Berkat vlognya yang berjudul “Luna Maya: Maaf, saya tidak jualan”; Luna membagikan pengalaman yang membuatnya marah. “Ini adalah cerita tentang apa itu … Ini adalah cerita tentang jumlah orang yang memiliki persepsi salah dan buruk … apa yang Anda lakukan, kadang-kadang pikiran buruk. Saya tidak tahu,” Luna Luna memulai cerita.

Luna bercerita seorang penata rias atau lebih dikenal dengan makeup artist untuk menawarinya untuk menemani seorang pengusaha di bulan Januari. Luna menjelaskan bagaimana penata rias tiba-tiba mengirim pesan WhatsApp yang berisi penawaran itu. Luna mengatakan dia hanya menghubungi penata rias sekali.

Isi pesan itu, kata Luna, sangat melukai harga dirinya. “Dia bilang begitu, minta ditemani perjalanan ke luar negeri, satu hari seharga Rp 200 juta, (minta ditemani) selama tiga hari Rp 600 juta,” kata Luna. Luna mengaku sangat kesal, bahkan marah atas kekurangajaran orang tersebut. Dia menggambarkan kemarahannya sebagai wajah dengan tanduk merah.

Meskipun Luna marah dan kesal di dalam hatinya, dia berusaha bersikap dingin dalam menanggapi tawaran yang seharusnya menyinggung perasaannya. “Aku hanya menjawab ‘maaf aku tidak jualan,'” kata Luna simpel. Ternyata ini bukan pengalaman pertama Luna. Kejadian serupa terulang beberapa minggu terakhit.

Menurut Luna, orang yang sama, tetapi dengan nomor berbeda. Luna mengatakan dia memblokir nomor penata rias. Luna tidak mau menyalahkan jika masih ada orang yang percaya bahwa artis, terutama artis wanita, memiliki pekerjaan lain dalam arti menemani dan mendapat bayaran.

“Sebenarnya, ini terkait dengan apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu, ya. Ada daftar artis yang berpartisipasi dalam prostitusi online … jadi,” kata Luna sebelumnya.

“Ada inisial Nama LM. Orang-orang langsung … infotainment, pesan langsung (berpikir) Luna Maya. LM pasti Luna Maya,” kata Luna. Luna berkata dia mengklarifikasi masalah ini. Tetapi dia mengakui bahwa dia tidak bisa memaksa orang percaya, atau tidak dalam klarifikasi. “Aku tidak yakin,” kata Luna dengan tenang.

Luna merasa sangat terluka oleh “tawaran” itu karena orang tak dikenal tiba-tiba menawarkannya. “Terkadang kita berpikir kita lelah bekerja seperti ini dari pagi hingga pagi, begitu datar,” kata Luna.

Leave a Comment